OTOCOMPARE
Komparasi Lengkap Benelli TRK 502X vs Morbidelli T502X: Perang Saudara di Kelas Adventure 500cc, Pilih Mana?
Kehadiran Morbidelli T502X di awal tahun 2026 sukses memecah konsentrasi para pecinta roda dua Tanah Air. Pasalnya, di bawah payung PT Benelli Motor Indonesia (BMI), kini bercokol dua motor adventure kelas menengah dengan spesifikasi yang sepintas terlihat membenturkan satu sama lain. Sang jawara lama, Benelli TRK 502X, kini harus legawa berbagi panggung showroom dengan pendatang baru yang agresif, Morbidelli T502X.
OTONUSA.ID – Meski sama-sama lahir dari “rahim” grup pabrikan raksasa Tiongkok, keduanya ternyata diciptakan dengan DNA dan orientasi berkendara yang sangat berbeda. Mari kita bedah tuntas tanpa ampun, mulai dari performa, kelengkapan fitur, hingga harga OTR Jakarta, untuk melihat siapa yang paling layak mengisi garasi Anda.
Desain, Dimensi, dan Ergonomi: Highway Cruiser vs All-Rounder Lincah

Dari segi perawakan, kedua motor ini berbicara dalam bahasa visual yang berbeda. Benelli TRK 502X mengusung filosofi bigger is better. Dengan bobot basah mencapai 235 kg dan kapasitas tangki raksasa 20 liter, dimensi TRK sangat mengintimidasi layaknya motor penjelajah kelas 1000 cc. Tinggi joknya berada di kisaran 840 mm hingga 860 mm. Posturnya menjanjikan perlindungan angin yang maksimal dan kenyamanan absolut bak sofa berjalan untuk melahap aspal berjam-jam.
Sebaliknya, Morbidelli T502X dirancang jauh lebih proporsional dan kekinian dengan aura motor reli Dakar. Bodinya lebih ramping dan padat. Angka paling krusial di sini adalah bobotnya yang hanya 210 kg (selisih 25 kg lebih ringan dari TRK) dengan tinggi jok 830 mm. Tangki bahan bakarnya sedikit lebih kecil di angka 18 liter. Pemangkasan bobot ini membuat Morbidelli terasa jauh lebih lincah dan tidak menuntut fisik yang terlalu ekstrem saat berjibaku di kemacetan atau ketika diajak mendaki medan non-aspal ringan.
Spesifikasi Dapur Pacu: Beda Kapasitas, Mirip Tenaga
Di sektor jantung pacu, keduanya mengandalkan mesin 2-silinder segaris, DOHC, 8-katup berpendingin cairan. Namun, blok mesin yang digunakan berbeda generasi.
- Benelli TRK 502X: Menggendong mesin 500 cc murni. Tenaga maksimalnya mencapai 47,6 HP pada 8.500 rpm dengan torsi puncak 46 Nm yang sudah mengail sejak putaran 6.000 rpm. Karakternya sangat halus di putaran bawah, menjadikannya kuda beban yang santai untuk cruising konstan.
- Morbidelli T502X: Menggunakan arsitektur mesin berkapasitas 486 cc. Tenaganya berada di angka 47 HP pada 8.500 rpm dengan torsi 45 Nm pada 6.750 rpm. Menariknya, transmisi manual 6-percepatannya sudah dibekali teknologi Slip & Assist Clutch, membuat tarikan tuas kopling jauh lebih ringan dan mencegah ban belakang terkunci saat engine brake keras. Berkat bobot motor yang lebih ringan, power-to-weight ratio mesin ini terasa lebih instan dan merespons putaran gas dengan lebih gesit.
Kaki-Kaki dan Pengereman: Fungsional Tangguh vs Komponen Premium
Perbedaan peruntukan semakin kentara jika kita mengintip area suspensi dan pengereman. Benelli TRK 502X dibekali suspensi upside-down raksasa berdiameter 50 mm dengan jarak main (travel) 140 mm. Rem depannya menggunakan cakram ganda 320 mm dengan sistem ABS standar. Setup ini luar biasa stabil untuk menerjang lubang aspal di kecepatan tinggi.

Sementara itu, Morbidelli T502X hadir dengan “sepatu” yang lebih premium dan fleksibel. Suspensi depannya menggunakan upside-down 43 mm, namun dengan travel suspensi yang jauh lebih panjang, yakni 180 mm. Ini adalah garansi kenyamanan mutlak saat melibas jalur gravel berbatu. Pengeremannya pun satu level di atas, dikawal oleh sepasang kaliper J.Juan (anak perusahaan Brembo) yang menjepit cakram 300 mm. Modul ABS dari Bosch yang disematkan memiliki fitur switchable (bisa dimatikan untuk roda belakang), sebuah syarat mutlak untuk menaklukkan jalur off-road. Keduanya sama-sama menggunakan pelek jari-jari dengan kombinasi ban dual-purpose ukuran 19 inci di depan dan 17 inci di belakang.
Fitur dan Kokpit: Era Konvensional vs Era Digital
Menoleh ke area dashboard, jarak generasi kedua motor ini sangat terasa. Benelli TRK 502X masih mempertahankan panel instrumen kombinasi analog dan layar LCD digital monokrom yang fungsional dan minim error.
Di sisi lain, Morbidelli T502X tampil memanjakan mata dengan layar TFT berwarna 7 inci yang diposisikan vertikal ala motor reli. Layar ini sudah dibekali sistem Morbidelli Connect, yang memungkinkan konektivitas smartphone, navigasi mirroring, fitur pelacakan GPS, hingga Tire Pressure Monitoring System (TPMS). Port USB pengisi daya ganda dan tombol-tombol pada stang yang menyala (backlit) menjadikan kokpit T502X sangat modern. Keluar dari dealer, keduanya sama-sama sudah berstatus ready to touring dengan kelengkapan pelindung crash bar, handguard, dudukan boks, hingga standar tengah bawaan pabrik.
Harga OTR Jakarta Terbaru (Maret 2026)
Berbekal berbagai perbedaan fitur di atas, selisih harga kedua motor ini terbilang cukup kompetitif di pasar motor petualang kelas 500 cc:
- Harga Benelli TRK 502X: Rp 158.000.000 (OTR Jakarta)
- Harga Morbidelli T502X: Rp 149.000.000 (OTR Jakarta).
Menentukan pilihan antara keduanya harus dikembalikan pada gaya berkendara dan rute impian yang akan Anda tempuh.
Bagi rider yang menargetkan perjalanan menyusuri aspal mulus lintas provinsi, Benelli TRK 502X tetaplah sebuah “istana berjalan” dengan harga yang lebih miring. Desainnya yang masif memberikan kebanggaan visual tersendiri di jalan raya.
Namun, jika agenda di depan mata adalah melakukan sebuah ekspedisi perjalanan kultural Nusantara yang dinamis—menuntut Anda keluar-masuk pedesaan, menyusuri garis pantai terpencil, dan sesekali memaksa ban mencicipi jalur gravel—kelincahan dan pemangkasan bobot pada Morbidelli T502X akan menjadi penyelamat fisik yang tak ternilai harganya. Ditambah fitur elektronik yang melimpah dan rem J.Juan yang superior, selisih harga yang ditawarkan terasa sangat sepadan dengan teknologi yang dibawa pulang.***
Tabel Spesifikasi Head-to-Head: Benelli TRK 502X vs Morbidelli T502X
| Fitur / Spesifikasi | Benelli TRK 502X | Morbidelli T502X |
| SEKTOR MESIN | ||
| Tipe Mesin | 2-Silinder Segaris, 4-Tak, DOHC, 8-Katup | 2-Silinder Segaris, 4-Tak, DOHC, 8-Katup |
| Kapasitas Mesin | 500 cc | 486 cc |
| Tenaga Maksimum | 47,6 HP (35 kW) @ 8.500 rpm | 46,9 HP (35 kW) @ 8.500 rpm |
| Torsi Maksimum | 46 Nm @ 6.000 rpm | 45 Nm @ 6.750 rpm |
| Standar Emisi | Euro 5 | Euro 5 |
| Kopling | Basah, Multi-plat Standar | Basah, Multi-plat dengan Slipper Clutch |
| KAKI-KAKI & PENGEREMAN | ||
| Suspensi Depan | USD 50 mm (Travel 140 mm) | USD 43 mm (Travel 180 mm) |
| Suspensi Belakang | Monoshock (Adjustable Preload/Rebound) | Monoshock with Linkage (Adjustable) |
| Rem Depan | Cakram Ganda 320 mm, Kaliper Benelli | Cakram Ganda 300 mm, Kaliper J.Juan |
| Rem Belakang | Cakram Tunggal 260 mm | Cakram Tunggal 240 mm |
| Sistem ABS | Dual-Channel (Standar) | Dual-Channel Bosch (Switchable) |
| Roda (Depan/Belakang) | Jari-jari 19″ (D) / 17″ (B) | Jari-jari Tubeless 19″ (D) / 17″ (B) |
| DIMENSI & BERAT | ||
| Berat Basah (Kerb) | 235 kg | 210 kg |
| Kapasitas Tangki BBM | 20 Liter | 18 Liter |
| Tinggi Tempat Duduk | 840 mm – 860 mm | 830 mm |
| Jarak Terendah (GC) | 210 mm | 210 mm |
| FITUR & TEKNOLOGI | ||
| Panel Instrumen | Semi-Digital (Analog + LCD Monokrom) | Full Color TFT 7 Inci (Vertical) |
| Konektivitas | Tidak Ada | Morbidelli Connect (Bluetooth/App) |
| Sistem Navigasi | Tidak Ada | Mirroring/Projection Map |
| Penerangan | Halogen + LED DRL | Full LED |
| Fitur Tambahan | USB Port, Handguard, Crashbar | TPMS (Cek Tekanan Ban), USB A & C, Backlit Switch |
| HARGA & JARINGAN | ||
| Harga OTR Jakarta | ± Rp 158.000.000 | ± Rp 149.000.000 |
| Agen Pemegang Merek | PT Benelli Motor Indonesia | PT Benelli Motor Indonesia |
-
OTOGP2 minggu yang laluGila! Tembus 236,8 Km/Jam, Veda Ega Pratama Cetak Top Speed ‘Peluru’ & Lolos Q2 Moto3 Thailand
-
OTOGP2 minggu yang laluBongkar Data Spesial Sang Wonderkid! Jalan Terjal Veda Ega Pratama Tembus Start Ke-5 Moto3 Thailand 2026, Bikin Eropa Ketar-ketir!
-
OTOGP2 minggu yang laluMembara di Buriram: Tarian Sempurna Bezzecchi, Keajaiban Menit Akhir Marquez, dan Frustrasi Bagnaia
-
OTOGP2 minggu yang laluGuncangan Buriram: Debut Magis Veda Ega Pratama di P5 & Drama ‘Pembantaian’ Ducati di MotoGP 2026!




