OTOGP
Gila! Tembus 236,8 Km/Jam, Veda Ega Pratama Cetak Top Speed ‘Peluru’ & Lolos Q2 Moto3 Thailand
Angin panas yang berhembus melintasi aspal Sirkuit Internasional Chang, Buriram, selalu membawa aroma khas perpaduan antara karet ban yang terbakar dan bahan bakar oktan tinggi. Di bawah terik matahari yang sanggup memanggang suhu lintasan hingga menembus 50 derajat Celcius, daya tahan fisik dan mental para gladiator roda dua diuji hingga batas absolut. Pada hari Jumat yang mendidih ini, di tengah riuhnya raungan mesin 250cc kelas Moto3 yang memekakkan telinga, sebuah epik sedang ditulis oleh seorang pemuda kebanggaan Indonesia: Veda Ega Pratama.
Bagi seorang rookie yang baru mencicipi kerasnya persaingan semusim penuh di kancah Grand Prix bersama Honda Team Asia, tekanan sering kali menjadi musuh tak kasat mata yang merusak konsentrasi. Kelas Moto3 bukanlah sekadar adu kencang; ini adalah “hutan rimba” di mana 30 pembalap bertarung dalam jarak sentimeter, saling sikut di setiap tikungan, dan mencuri angin (slipstream) bak sekawanan predator. Namun, pembalap muda yang identik dengan nomor 9 ini datang ke Buriram bukan untuk menjadi mangsa. Ia datang untuk memimpin perburuan, sekaligus menjadi salah satu ujung tombak kebangkitan pabrikan sayap tunggal, Honda.

Menggebrak Sejak Sesi Pagi: Sinyal Bahaya dari Sang Debutan
Tanda-tanda bahwa akhir pekan ini akan menjadi panggung pertunjukan bagi Veda dan armada Honda sudah tercium sejak sesi Free Practice 1 (FP1) dibuka. Begitu lampu hijau di ujung pit lane menyala, Adrian Fernandez dari tim Leopard Racing langsung memacu motornya layaknya peluru, memimpin sesi dengan catatan waktu impresif 1:41.202. Fakta bahwa Fernandez menunggangi Honda NSF250RW langsung mengirimkan gelombang kejut ke garasi rival; ini adalah sinyal kuat bahwa motor pabrikan asal Jepang tersebut menemukan set-up sempurna untuk menantang dominasi sasis KTM di trek Thailand yang haus tenaga kuda ini.
Di tengah unjuk gigi para pembalap senior tersebut, mata para pengamat tiba-tiba tertuju pada satu nama yang diam-diam menyelinap ke papan atas. Veda, dengan ketenangan dan presisi berkendara yang tampak terlalu matang untuk ukuran seorang debutan, perlahan namun pasti menajamkan catatan waktunya. Memanfaatkan ritme balapnya sendiri tanpa harus selalu mengandalkan tarikan pembalap lain, Veda sukses mencetak waktu 1:41.854. Angka itu mengunci posisinya di urutan keenam, melengkapi lima pasukan Honda (bersama David Almansa, Scott Ogden, dan Matteo Bertelle) yang berhasil menginvasi 8 besar di sesi pagi.

Aksi tanpa kompromi ini tak ayal membuat meja komentator siaran resmi balapan internasional bergemuruh. Mereka yang biasanya skeptis terhadap pembalap rookie dari Asia, dipaksa menelan ludah melihat betapa rapinya Veda mengeksekusi setiap sektor sirkuit.
“Baru saja masuk, nomor sembilan dari Veda Pratama. Nah, itu adalah waktu putaran yang bagus! 1 menit 41,854,” seru sang komentator dengan nada takjub yang tak dibuat-buat di tengah siaran langsung. Terpesona oleh potensi besar sang Garuda Muda dan motor racikan timnya, ia kemudian menambahkan pujian, “Kami katakan bahwa susunan pembalap di kamp agen tim Honda sangat menarik.”
Menunggangi Peluru: Seni Slipstream, Rekor Top Speed, dan Tiket Emas Q2
Namun, Veda sadar betul bahwa FP1 barulah pemanasan. Medan pertempuran sesungguhnya terhampar di sesi Practice sore hari. Sesi berdurasi 35 menit ini adalah pertaruhan hidup dan mati penentu 14 pembalap tercepat yang berhak mendapatkan karpet merah menuju Kualifikasi 2 (Q2). Situasi semakin rumit ketika aspal Buriram yang semakin mendidih membuat ban kehilangan daya cengkeram optimalnya, memaksa para pembalap untuk menari di atas batas limit grip ban depan saat memasuki tikungan tajam.
Kekuatan Honda kembali membuktikan tajinya ketika David Almansa (Rivacold Snipers Team) berhasil merobek catatan waktu dan mengunci posisi puncak dengan 1:40.990. Di saat tensi garasi memuncak di lima menit terakhir, Veda membuktikan bahwa ia bukan sekadar pembalap yang berani merebahkan motor di tikungan, tetapi juga seorang ahli taktik di trek lurus.

Sirkuit Chang memiliki lintasan lurus sepanjang 1 kilometer yang membutuhkan lebih dari sekadar bukaan gas penuh; ia membutuhkan kecerdasan membaca momentum. Mengintai dari belakang rombongan, Veda memaksimalkan taktik slipstreamโmenyedot celah udara kosong dari pembalap di depannyaโdengan presisi seorang penembak jitu. Saat motornya membelah angin, instrumen telemetri mencatat angka yang membuat seisi paddock terbelalak: 236,8 km/jam.
Angka tersebut bukanlah kebetulan. Itu adalah top speed mutlak, kecepatan puncak tertinggi yang pernah tercatat di lintasan kelas Moto3 sepanjang hari ini. Bagaikan peluru yang dilesatkan dari larasnya, kecepatan mengerikan tersebut sukses mengantar Veda membukukan waktu krusial yang mengamankan posisinya di urutan ke-8 keseluruhan.
Kelolosan Veda ini menyempurnakan hari yang fantastis bagi armada Honda, menempatkan lima ksatria mereka menembus Q2 secara langsung (Almansa, Fernandez, Veda, Ogden, dan Bertelle). Prestasi Veda ini terasa semakin mengilap jika dikontraskan dengan nasib rekan setimnya sendiri, Tatchakorn Buasri, yang membalap di hadapan publiknya sendiri, serta duo SIC58 Squadra Corse (Filippo Farioli dan Luca Lunetta). Ketiganya tampak kewalahan menjinakkan aspal Buriram dan harus rela terjungkal ke sesi Q1 esok hari.

Kepala Dingin Sang Predator dan Pengejaran Sejarah Nusantara
Di balik agresivitasnya mengoyak lintasan dan rekor top speed yang mematikan, Veda menyimpan sebuah senjata rahasia yang tak bisa dibeli dengan uang: mentalitas baja yang berbalut kerendahan hati. Ketika banyak rookie akan melakukan selebrasi berlebihan usai memastikan diri lolos ke Q2 bersama para pembalap elite dunia, Veda justru kembali ke garasi dengan wajah datar yang penuh kalkulasi.
“Namun, saya tahu itu takkan mudah karena levelnya sangat tinggi dan kondisinya bisa sulit,” ujar Veda dengan sorot mata analitis saat ditemui usai sesi. Ia tahu betul bahwa hasil hari Jumat belum menghasilkan poin kejuaraan apa pun. “Jadi, harapan utama saya adalah tetap fokus dan melakukan balapan yang solid. Saya siap memberikan yang terbaik dan menikmati pengalaman ini.”
Pernyataan singkat namun padat itu adalah cerminan utuh dari kedewasaannya sebagai seorang atlet kelas dunia: ia menjelma menjadi predator buas saat vizor helm diturunkan, namun bertransformasi menjadi murid yang tenang dan berkepala dingin saat menganalisis data telemetri bersama kepala mekaniknya.

Kini, menatap sesi Kualifikasi 2 di hari Sabtu yang krusial, Veda Ega Pratama tidak hanya membalap untuk dirinya sendiri; ia berdiri di ambang pintu sejarah olahraga motor Indonesia. Sebagai motivasi terbesar, rekor posisi start (kualifikasi) terbaik bagi seorang pembalap Indonesia di kelas Grand Prix Moto3 saat ini masih digenggam erat oleh Mario Suryo Aji. Pada tahun 2022 silam, Mario sukses mencetak sejarah monumental dengan mengunci start dari posisi ke-2 (Front Row) pada seri Grand Prix Portugal di Sirkuit Portimao.
Bagi Veda, rekor tersebut bukanlah bayang-bayang yang mengintimidasi, melainkan mercusuar yang memandu arah tempurnya. Berbekal ritme balap yang solid bak metronom, pembuktian sasis Honda yang sangat garang di trek ini, dan rekor top speed di tangannya, Veda memiliki seluruh amunisi yang dibutuhkan untuk memporak-porandakan barisan depan.
Akhir pekan di Buriram baru saja memanaskan mesinnya. Seluruh jutaan pasang mata di Tanah Air kini bersiap menahan napas, menanti seberapa tinggi kepakan sayap sang Garuda Muda akan merobek langit Thailand esok hari. Pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai.***
Berikut adalah tabel lengkap hasil sesi Free Practice 1 (FP1) dan sesi Practice (Penentu Q2) untuk kelas Moto3 di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, hari ini (27 Maret 2026):
Tabel 1: Hasil Lengkap FP1 Moto3 Thailand 2026
| Pos | Pembalap | Tim | Motor | Waktu | Selisih |
| 1 | Adrian Fernandez | Leopard Racing | Honda | 1:41.202 | – |
| 2 | Joel Kelso | BOE Motorsports | KTM | 1:41.519 | +0.317 |
| 3 | David Almansa | Rivacold Snipers Team | Honda | 1:41.586 | +0.384 |
| 4 | Jose Antonio Rueda | Red Bull KTM Ajo | KTM | 1:41.670 | +0.468 |
| 5 | Daniel Holgado | Red Bull GASGAS Tech3 | GASGAS | 1:41.725 | +0.523 |
| 6 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | Honda | 1:41.854 | +0.652 |
| 7 | Scott Ogden | MLav Racing | Honda | 1:41.901 | +0.699 |
| 8 | Matteo Bertelle | Rivacold Snipers Team | Honda | 1:41.967 | +0.765 |
| 9 | Ivan Ortola | MT Helmets – MSI | KTM | 1:42.020 | +0.818 |
| 10 | Tatsuki Suzuki | Liqui Moly Husqvarna Intact GP | Husqvarna | 1:42.112 | +0.910 |
| 11 | Xabi Zurutuza | Red Bull KTM Ajo | KTM | 1:42.185 | +0.983 |
| 12 | David Muรฑoz | BOE Motorsports | KTM | 1:42.230 | +1.028 |
| 13 | Ryusei Yamanaka | MT Helmets – MSI | KTM | 1:42.300 | +1.098 |
| 14 | Noah Dettwiler | CIP Green Power | KTM | 1:42.410 | +1.208 |
| 15 | Stefano Nepa | LEVELUP – MTA | KTM | 1:42.488 | +1.286 |
| 16 | Alvaro Carpe | BOE Motorsports | KTM | 1:42.555 | +1.353 |
| 17 | Joel Esteban | CFMOTO Gaviota Aspar Team | CFMOTO | 1:42.601 | +1.399 |
| 18 | Filippo Farioli | SIC58 Squadra Corse | Honda | 1:42.678 | +1.476 |
| 19 | Luca Lunetta | SIC58 Squadra Corse | Honda | 1:42.741 | +1.539 |
| 20 | Jacob Roulstone | Red Bull GASGAS Tech3 | GASGAS | 1:42.810 | +1.608 |
Tabel 2: Hasil Lengkap Practice Moto3 Thailand 2026 (Penentu Q2)
Sesi sore ini menentukan 14 pembalap tercepat yang berhak lolos otomatis ke Kualifikasi 2 (Q2), sementara sisanya harus berjuang ekstra dari Q1.
(Catatan khusus: Veda Ega Pratama mencetak rekor top speed Moto3 hari ini di angka 236,8 km/jam).
| Pos | Pembalap | Tim | Motor | Waktu | Selisih | Status |
| 1 | David Almansa | Rivacold Snipers Team | Honda | 1:40.990 | – | Lolos Q2 |
| 2 | Alvaro Carpe | BOE Motorsports | KTM | 1:41.068 | +0.078 | Lolos Q2 |
| 3 | Valentin Perrone | Red Bull KTM Ajo | KTM | 1:41.194 | +0.204 | Lolos Q2 |
| 4 | Adrian Fernandez | Leopard Racing | Honda | 1:41.250 | +0.260 | Lolos Q2 |
| 5 | Daniel Holgado | Red Bull GASGAS Tech3 | GASGAS | 1:41.310 | +0.320 | Lolos Q2 |
| 6 | Tatsuki Suzuki | Liqui Moly Husqvarna Intact GP | Husqvarna | 1:41.388 | +0.398 | Lolos Q2 |
| 7 | Jose Antonio Rueda | Red Bull KTM Ajo | KTM | 1:41.435 | +0.445 | Lolos Q2 |
| 8 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | Honda | 1:41.490 | +0.500 | Lolos Q2 |
| 9 | Scott Ogden | MLav Racing | Honda | 1:41.555 | +0.565 | Lolos Q2 |
| 10 | David Muรฑoz | BOE Motorsports | KTM | 1:41.601 | +0.611 | Lolos Q2 |
| 11 | Matteo Bertelle | Rivacold Snipers Team | Honda | 1:41.667 | +0.677 | Lolos Q2 |
| 12 | Ryusei Yamanaka | MT Helmets – MSI | KTM | 1:41.720 | +0.730 | Lolos Q2 |
| 13 | Xabi Zurutuza | Red Bull KTM Ajo | KTM | 1:41.780 | +0.790 | Lolos Q2 |
| 14 | Stefano Nepa | LEVELUP – MTA | KTM | 1:41.833 | +0.843 | Lolos Q2 |
| … | … | … | … | … | … | … |
| 15 | Ivan Ortola | MT Helmets – MSI | KTM | 1:41.888 | +0.898 | Ke Q1 |
| 16 | Joel Kelso | BOE Motorsports | KTM | 1:41.950 | +0.960 | Ke Q1 |
| 17 | Filippo Farioli | SIC58 Squadra Corse | Honda | 1:42.010 | +1.020 | Ke Q1 |
| 18 | Luca Lunetta | SIC58 Squadra Corse | Honda | 1:42.078 | +1.088 | Ke Q1 |
| 19 | Noah Dettwiler | CIP Green Power | KTM | 1:42.155 | +1.165 | Ke Q1 |
| 20 | Tatchakorn Buasri | Honda Team Asia | Honda | 1:42.230 | +1.240 | Ke Q1 |
Mari kita lihat performa para pembalap Moto3 lainnya yang juga menunggangi mesin Honda di sirkuit Buriram hari ini.
Sirkuit Chang memang menuntut performa mesin yang kuat di lintasan lurus, dan beberapa pembalap Honda berhasil mengoptimalkan motor NSF250RW mereka dengan sangat baik, mengimbangi dominasi armada KTM.
Berikut adalah rekap performa mereka di kedua sesi:
โฑ๏ธ Performa Pembalap Honda di Sesi FP1 (Pagi)
Di sesi pagi, pembalap Honda langsung unjuk gigi. Adrian Fernandez dari tim Leopard Racing berhasil menjadi yang tercepat secara keseluruhan.
Berikut adalah posisi 10 besar yang ditempati pembalap Honda di FP1:
| Pos (FP1) | Pembalap | Tim | Waktu | Selisih |
| 1 | Adrian Fernandez | Leopard Racing | 1:41.202 | Memimpin ๐ฅ |
| 3 | David Almansa | Rivacold Snipers | 1:41.586 | +0.384 |
| 6 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | 1:41.854 | +0.652 ๐ฎ๐ฉ |
| 7 | Scott Ogden | MLav Racing | 1:41.901 | +0.699 |
| 8 | Matteo Bertelle | Rivacold Snipers | 1:41.967 | +0.765 |
Sorotan FP1: Lima pembalap Honda berhasil menembus posisi 8 besar, menunjukkan adaptasi motor Honda yang sangat baik di Buriram.
๐ฅ Performa Pembalap Honda di Sesi Practice (Sore – Penentu Q2)
Di sesi sore yang krusial, di mana 14 pembalap tercepat berhak lolos otomatis ke Q2, persaingan semakin ketat. David Almansa berhasil mengunci posisi puncak, dan Veda juga sukses mengamankan tiket Q2.
Berikut adalah pembalap Honda yang menempati posisi 14 besar dan LOLOS LANGSUNG KE Q2:
| Pos (Prac) | Pembalap | Tim | Waktu | Selisih | Status |
| 1 | David Almansa | Rivacold Snipers | 1:40.990 | Memimpin ๐ฅ | Lolos Q2 |
| 4 | Adrian Fernandez | Leopard Racing | 1:41.250 | +0.260 | Lolos Q2 |
| 8 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | 1:41.490 | +0.500 ๐ฎ๐ฉ | Lolos Q2 |
| 9 | Scott Ogden | MLav Racing | 1:41.555 | +0.565 | Lolos Q2 |
| 11 | Matteo Bertelle | Rivacold Snipers | 1:41.667 | +0.677 | Lolos Q2 |
Sorotan Practice: Sama seperti FP1, lima pembalap Honda sukses mengamankan tiket Q2 secara langsung, membuktikan kompetitivitas motor mereka di lintasan Thailand.
โ ๏ธ Pembalap Honda yang Harus Berjuang dari Q1 Besok
Sayangnya, beberapa pembalap Honda lainnya belum berhasil masuk 14 besar dan harus berjuang keras mulai dari sesi Q1 besok untuk memperebutkan 4 tiket sisa ke Q2.
Berikut adalah posisi mereka di sesi Practice:
| Pos (Prac) | Pembalap | Tim | Waktu | Selisih | Status |
| 17 | Filippo Farioli | SIC58 Squadra Corse | 1:42.010 | +1.020 | Ke Q1 |
| 18 | Luca Lunetta | SIC58 Squadra Corse | 1:42.078 | +1.088 | Ke Q1 |
| 20 | Tatchakorn Buasri | Honda Team Asia | 1:42.230 | +1.240 | Ke Q1 |
-
OTONEWS4 minggu yang lalu7 Kali Belajar Tak Membuatnya Puas: Kisah Bro Abenk di Safety Riding IMBI
-
OTONEWS3 minggu yang laluMorbidelli T502X Meluncur di IIMS 2026: “Missing Link” Petualang Kelas Menengah Akhirnya Terjawab (Plus Harga Promo!)
-
OTONEWS3 minggu yang laluMengguncang IIMS 2026: QJMOTOR Tourino 250DX, Jawaban “Value for Money” untuk Petualang Pemula?
-
OTONEWS3 minggu yang laluTerbukti! Royal Enfield Bear 650 Akhirnya Mengaum di IIMS 2026: Reinkarnasi Sang Legenda Gurun




