Terhubung dengan kami

OTOCOMPARE

Duel Panas Adventure 250cc: Morbidelli T252X vs Kawasaki Versys-X 250 2026, Pertarungan Fitur Melawan Reputasi

Diterbitkan

pada

Tahun 2026 membuka lembaran baru yang membingungkan bagi pecinta motor adventure kelas 250cc di Indonesia. Di satu sudut, ada pemain lama yang melegenda, Kawasaki Versys-X 250 model 2026, yang hadir dengan strategi “diet ketat”—memangkas fitur demi harga. Di sudut lain, penantang baru Morbidelli T252X datang dengan “senjata lengkap” dan teknologi melimpah. Ini komparasi Morbidelli T252X vs Kawasaki Versys-X 250 2026.

Dengan harga yang nyaris identik di angka Rp 73 jutaan, konsumen dihadapkan pada dilema besar: Memilih ketenangan hati dari sebuah reputasi panjang, atau tergoda oleh kemewahan fitur masa depan? Kami membedah keduanya secara tuntas, jujur, dan tanpa kompromi.

Peta Persaingan: Si Tua vs Si Muda

Morbidelli T252X vs Kawasaki Versys-X 250 2026
Morbidelli T252X vs Kawasaki Versys-X 250 Model 2026

Pasar motor adventure 250cc tidak pernah sepanas ini. Kawasaki menyadari bahwa mereka dikepung. Alih-alih ikut berperang fitur yang menelan biaya tinggi, Kawasaki Versys-X 250 model 2026 mengambil langkah pragmatis (atau mungkin nekat?): fokus pada varian standar Non-ABS dan menghilangkan bundling aksesoris touring. Tujuannya satu: menjaga harga tetap kompetitif.

Sebaliknya, Morbidelli T252X masuk dengan mentalitas “All-in”. Mereka sadar sebagai merek baru, satu-satunya cara merebut hati konsumen Indonesia adalah dengan memberikan spesifikasi yang membuat brosur Kawasaki terlihat seperti kertas kosong.

Mesin & Performa

“Nafas Panjang Ninja vs Torsi Halus Masa Kini”

SpesifikasiMorbidelli T252XKawasaki Versys-X 250 2026
Mesin249.5cc, Twin, 8-Valve249cc, Parallel Twin, 8-Valve (Ex-Ninja 250)
Tenaga31.5 HP @ 11.000 rpm34 PS (33.5 HP) @ 11.500 rpm
Torsi21 Nm @ 9.500 rpm21.7 Nm @ 10.000 rpm
KoplingSlipper ClutchAssist & Slipper Clutch

Di atas kertas, Kawasaki masih memegang mahkota performa. Menggendong mesin basis Ninja 250 (Parallel Twin 249cc) yang sudah teruji belasan tahun, Versys menyemburkan tenaga 34 PS (33.5 HP). Karakter mesinnya khas: nafas panjang di putaran atas, sangat nikmat untuk cruising di jalan aspal mulus atau menyalip bus di jalur Pantura.

Morbidelli T252X hadir dengan mesin 249.5cc Twin yang menghasilkan tenaga 31.5 HP. Meski kalah sekitar 2-3 HP dari Kawasaki, Morbidelli menawarkan kurva tenaga yang lebih linear dan torsi yang “ngisi” di putaran menengah.

Pemenang Sektor Ini: Kawasaki Versys-X 250. Durabilitas mesin ini sudah terbukti “badak” dan sparepartnya melimpah ruah.

Kaki-kaki dan Bobot

“Kenyamanan Tubeless vs Keringanan Bobot”

Inilah poin yang menjadi dealbreaker bagi banyak orang.

SpesifikasiMorbidelli T252XKawasaki Versys-X 250 2026
Suspensi DepanUpside Down (USD) 41mmTelescopic Fork 41mm
BanTubeless (Jari-jari)Tube Type (Jari-jari + Ban Dalam)
Ukuran BanDepan 19″ / Belakang 17″Depan 19″ / Belakang 17″
PengeremanABS Dual Channel (Switchable)Non-ABS (Varian 2026 Standar)

Morbidelli T252X tampil superior dengan suspensi depan Upside Down (USD) 41mm dan—ini yang paling penting—Velg Jari-jari Tubeless. Bagi petouring Cross Country, ban tubeless adalah “ketenangan pikiran”. Tidak perlu bongkar roda saat bocor di tengah hutan.

Kawasaki Versys-X 250 2026 masih bertahan dengan suspensi Teleskopik konvensional dan velg jari-jari yang menggunakan Ban Dalam (Tube Type). Di tahun 2026, keputusan mempertahankan ban dalam pada motor seharga Rp 70 juta terasa sebagai langkah mundur.

SpesifikasiMorbidelli T252XKawasaki Versys-X 250 2026
Berat Isi195 kg173 kg
Tangki BBM16.8 Liter17 Liter
Tinggi Jok820 mm815 mm

Namun, Kawasaki punya kartu As: Bobot. Dengan berat isi hanya 173 kg, Versys jauh lebih ringan dibanding Morbidelli yang mencapai 195 kg. Selisih 22 kg ini sangat terasa saat bermanuver.

Pemenang Sektor Ini: Seri (Draw). Morbidelli menang fitur kaki-kaki, Kawasaki menang agility (kelincahan).

Fitur & Teknologi

FiturMorbidelli T252X 2026Kawasaki Versys-X 250 2026
DashboardTFT 7-inch Vertical (Navigasi, Phone)Analog Tachometer + LCD Digital
LampuFull LEDHalogen (Bohlam)
KonektivitasT-Box IoT (GPS Tracking, SOS)Tidak Ada
WindshieldAdjustable (Manual)Fixed (Perlu alat untuk geser)

“Analog Klasik vs Digital IoT”

Jika Anda menyandingkan kokpit keduanya, perbedaannya bagaikan bumi dan langit.

  • Morbidelli T252X: Layar TFT Vertikal 7-inci, Konektivitas T-Box (IoT/GPS), Full LED, ABS Dual Channel (bisa dimatikan untuk Offroad), 3 Mode Berkendara dan Port USB ganda.
  • Kawasaki Versys-X 250: Speedometer kombinasi Analog-Digital (tanpa layar TFT), Lampu Halogen (bohlam), tanpa konektivitas, dan tanpa ABS (varian 2026 standar).

Kawasaki terlihat sangat basic. Namun, bagi kaum konservatif, lampu halogen justru dinilai lebih tembus kabut dibanding LED, dan spidometer analog dianggap lebih awet serta murah perawatannya.

Pemenang Sektor Ini: Morbidelli T252X (Menang telak).

Analisis Strategi: Cerdas atau Bunuh Diri?

Langkah Kawasaki memangkas fitur Versys-X 250 2026 bisa dilihat dari dua sisi mata uang.

Sisi Cerdas: Kawasaki menjual “Ekosistem”. Mereka tahu konsumen Indonesia takut pada depresiasi harga jual kembali dan sulitnya layanan purna jual merek baru. Dengan harga yang ditekan, mereka merangkul loyalist yang mengutamakan peace of mind.

Sisi “Bunuh Diri”: Generasi pembeli bergeser. Gen-Z dan Milenial menuntut fitur. Membiarkan Versys tanpa ban tubeless dan fitur modern adalah celah fatal yang dimanfaatkan kompetitor. Jika Kawasaki tidak berinovasi total dalam 1-2 tahun ke depan, strategi ini hanyalah upaya “mengulur waktu” sebelum pasar mereka tergerus habis.

The Real World Test: Skenario Trans-Kalimantan

Bayangkan Anda harus touring Trans-Kalimantan besok. Mana yang Anda pilih?

Jika Anda mengutamakan konten visual yang gagah dan fitur canggih, Morbidelli T252X adalah pilihan menarik. Tapi, resikonya adalah aftersales. Jika sensor elektronik bermasalah di tengah hutan Kalimantan Tengah, Anda dalam masalah besar.

Sebaliknya, Kawasaki Versys-X 250 adalah definisi “Sahabat yang Pasti Pulang”. Mekanik di bengkel pinggir hutan pun kemungkinan besar paham mesinnya. Satu-satunya kelemahan fatalnya adalah ban dalam.

Rekomendasi Kami: Jika Anda memilih Kawasaki Versys-X 250 untuk ekspedisi serius, WAJIB melakukan modifikasi ban menjadi Tubeless sebelum berangkat. Dengan modifikasi ini, Anda mendapatkan kombinasi terbaik: Durabilitas Kawasaki + Kepraktisan Tubeless.

Medan Pertempuran: Siapa Raja Aspal, Siapa Penguasa Tanah?

Membeli motor adventure bukan hanya soal brosur, tapi soal di mana Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu berkendara. Karakteristik kedua motor ini sangat bertolak belakang ketika diajak “menari” di atas permukaan jalan yang berbeda. Berikut analisis kami:

1. Raja Jalanan Aspal (The Tarmac King): Kawasaki Versys-X 250

Kawasaki Versys-X 250 2026
Kawasaki Versys-X 250 2026

Jika rute touring Anda 80% aspal mulus, jalan tol (luar negeri/masa depan), atau jalur lintas provinsi yang panjang, Kawasaki Versys-X 250 adalah pemenang mutlak.

DNA Mesin Ninja: Jangan lupa, jantung pacu Versys diambil dari Ninja 250 FI. Mesin ini “hidup” di putaran atas. Saat Anda butuh menyalip truk gandeng di kecepatan 80-100 km/jam, Versys memberikan passing power yang lebih responsif dibanding Morbidelli. Nafasnya panjang dan minim getaran di RPM tinggi.

Agility & Handling: Dengan bobot hanya 173 kg, Versys terasa jauh lebih lincah (flickable) saat melibas tikungan tajam atau bermanuver di kemacetan kota. Mengendalikan Versys tidak menguras fisik, membuatnya ideal untuk touring jarak jauh berhari-hari (endurance).

Perlindungan Angin: Desain windshield bawaan Versys yang tinggi sangat efektif membelah angin, mengurangi kelelahan pada dada dan helm pengendara saat cruising kecepatan tinggi.

2. Penguasa Jalur Tanah (The Gravel Explorer): Morbidelli T252X

Morbidelli T252X
Morbidelli T252X

Namun, cerita berubah drastis begitu aspal habis dan berganti menjadi tanah, kerikil, atau jalan makadam rusak. Di sini, Morbidelli T252X menunjukkan taringnya sebagai motor adventure modern.

Keunggulan Kaki-Kaki: Suspensi depan Upside Down (USD) 41mm bukan sekadar kosmetik. Rigiditasnya memberikan feedback yang lebih baik ke stang saat roda menghajar lubang atau batu. Ditambah dengan ban Tubeless pada velg jari-jari, Anda bisa dengan percaya diri menurunkan tekanan angin (tyre pressure) untuk mendapatkan traksi lebih baik di tanah tanpa takut ban dalam terjepit (snakebite puncture).

Kontrol Pengereman: Fitur Switchable ABS adalah kunci di tanah. Anda bisa mematikan ABS belakang untuk melakukan brake slide (mengunci roda belakang untuk membantu membelokkan motor), sementara ABS depan tetap aktif menjaga agar roda depan tidak terkunci saat pengereman panik di permukaan licin. Fitur ini tidak dimiliki Versys standar 2026.

Catatan Kritis: Satu-satunya musuh Morbidelli di jalur offroad adalah gravitasi. Bobot 195 kg itu berat. Jika Anda menjatuhkan motor ini di tanjakan berlumpur, mendirikannya kembali seorang diri akan menguras tenaga jauh lebih cepat dibanding mendirikan Versys.

Siapa Pemenangnya?

Pilih Kawasaki Versys-X 250 2026 Jika: Anda adalah petouring jarak jauh yang mengutamakan durabilitas, ketersediaan suku cadang hingga ke pelosok, dan harga jual kembali yang stabil. Anda tidak keberatan dengan tampilan klasik dan fitur minim.

Pilih Morbidelli T252X 2026 Jika: Anda menginginkan value for money terbaik. Anda menginginkan motor dengan tampilan modern, fitur canggih, dan kaki-kaki gagah (USD & Tubeless) langsung dari pabrik tanpa perlu modifikasi, serta siap menerima resiko jaringan bengkel yang belum seluas Jepang.

Pada akhirnya, di rentang harga Rp 73 jutaan, pertarungan ini bukan lagi soal siapa yang paling cepat, tapi tentang filosofi berkendara mana yang Anda anut: Teknologi Masa Depan di Jalur Offroad atau Ketangguhan Masa Lalu di Jalanan Aspal?***

Lanjutkan Membaca
Iklan
Iklan
Iklan

Trending