Terhubung dengan kami

OTOGP

Sempat Cetak Waktu Tercepat, Veda Ega Pratama Terjatuh di Balapan Utama Moto3 Amerika 2026

Redaksi Otonusa

Diterbitkan

pada

Veda Ega Pratama

Harapan penggemar balap Tanah Air untuk kembali melihat aksi memukau pembalap kebanggaan Indonesia di barisan depan harus tertunda. Pada balapan utama Moto3 Amerika Serikat 2026 yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Senin (30/3/2026) dini hari WIB, Veda Ega Pratama terpaksa mengakhiri balapan lebih awal.

OTONUSA.IDThe Rocket Boy asal Gunungkidul ini mengalami insiden terjatuh (crash) di paruh awal lomba, memaksanya mencatatkan hasil Did Not Finish (DNF) untuk pertama kalinya di musim 2026 ini.

Veda Ega Pratama
Veda Ega Pratama (9), Honda Team Asia

Cetak Waktu Tercepat, Lalu Petaka Datang

Balapan utama Moto3 Amerika 2026 yang dijadwalkan berlangsung sebanyak 14 putaran (77,18 kilometer) sejatinya menjanjikan tontonan luar biasa. Veda, yang mengusung bendera Honda Team Asia, memulai balapan dari posisi start ke-4 (P4)—sebuah modal brilian untuk langsung menekan di barisan depan.

Sebelum nasib nahas menghampiri, pembalap bernomor 9 ini sebenarnya tampil sangat beringas dan menjanjikan. Ritme balapnya sangat kompetitif. Bahkan, pada putaran sebelumnya, Veda sempat menorehkan waktu tercepat di lintasan (fastest lap) dengan catatan waktu impresif 2 menit 13,844 detik, membuktikan bahwa ia punya kapasitas untuk bertarung memperebutkan podium.

BACA JUGA: Veda Ega Pratama Menggila di COTA! Kunci Posisi Start Ke-4 Moto3 Amerika 2026, Siap Bidik Podium

Namun, Circuit of the Americas kembali membuktikan reputasinya sebagai sirkuit yang kejam dan tak kenal ampun. Petaka bagi Veda datang saat balapan baru menginjak putaran keempat. Memasuki fase krusial saat lomba menyisakan 10 putaran lagi, tepatnya pada tikungan di sektor 2, Veda kehilangan kendali atas motor Honda NSF250RW miliknya dan terjatuh.

Insiden di area teknikal ini tidak hanya menghentikan laju kencang Veda. Pembalap dari tim LevelUp – MTA, Joel Esteban, yang saat itu berada rapat di belakang Veda tidak sempat menghindar dan terpaksa ikut kandas. Keduanya dinyatakan Did Not Finish (DNF) dan tidak bisa melanjutkan jalannya balapan.

Veda Ega Pratama (9), crash pada tikungan di Sektor 2 Circuit of The Amercia pada balapan Moto3 COTA 2026.
Veda Ega Pratama (9), crash pada tikungan di Sektor 2 Circuit of The Amercia pada balapan Moto3 COTA 2026.

Kejamnya COTA dan Bukti Adaptasi Sang Rookie

Sirkuit COTA dengan 20 tikungannya yang sangat menguras konsentrasi memang menjadi tantangan tersendiri, terlebih bagi seorang debutan. Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, sejak awal akhir pekan sudah mewanti-wanti betapa rumitnya karakter lintasan ini.

“Veda menunjukkan adaptasi yang luar biasa di sirkuit yang baru baginya. Kecepatannya di Q2 sangat menjanjikan dan dia membalap dengan cerdas. Namun, trek ini sangat teknis dan menuntut ketelitian tinggi,” ungkap Aoyama saat menilai performa Veda di Austin.

Satu kesalahan kecil di COTA memang bisa dibayar mahal. Meski demikian, jika melihat kembali perjalanan Veda sejak sesi hari pertama, proses adaptasi dan pace yang ditunjukkannya sangat layak diacungi jempol.

Kilas Balik: Progres Fantastis dari FP1 hingga Kualifikasi

Kegagalan finis di balapan utama tidak menghapus fakta bahwa Veda Ega Pratama memiliki akhir pekan yang solid secara statistik performa di Amerika:

  • Free Practice 1 (FP1): Menjalani debut di atas aspal Austin, Veda murni beradaptasi untuk memahami karakter sirkuit. Ia menutup sesi di posisi ke-15 dengan waktu 2:15,953.
  • Practice: Veda langsung menaikkan tempo secara drastis. Ia sempat merangsek ke P2 dan akhirnya sukses mengamankan posisi ke-14 (2:14,484), menggaransi tiket emas langsung menuju Q2 tanpa harus melewati Q1.
  • Free Practice 2 (FP2): Fokus pada simulasi balapan (race pace), Veda berhasil menembus 10 besar, membuktikan ritme balapnya konsisten untuk durasi panjang.
  • Kualifikasi 2 (Q2): Veda tampil menggila dan nyaris mengunci front row. Meski catatan waktu di lap terakhirnya dibatalkan karena track limit, waktu terbaiknya sudah cukup untuk mengunci posisi start ke-4.

Dengan hasil DNF perdananya ini, perolehan poin Veda di klasemen tertahan di angka 27. Tim dipastikan akan mengevaluasi data telemetri terkait insiden tersebut. Pengalaman mahal di COTA ini akan menjadi bahan bakar motivasi bagi sang Young Lion untuk bangkit lebih kuat di seri Eropa mendatang.***

Lanjutkan Membaca
Iklan
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan
Iklan

Trending