OTOCOMPARE
Dilema Debu dan Dompet: Menimbang Ambisi CFLITE 250 di Antara Dominasi Jepang
Matahari belum sepenuhnya naik di jalur perbukitan Hambalang, namun raung mesin satu silinder sudah memecah kesunyian. Di sisi kiri, ada Honda CRF250L yang anggun dan Kawasaki KLX 250 yang tangguh—sang penguasa lama. Namun, di tengah mereka kini hadir CFLITE 250 Dual, sebuah nama baru yang membawa satu janji besar: performa petualang tanpa harus menguras seluruh isi rekening bank. Apakah ini akhir dari dominasi harga premium pabrikan Jepang, atau sekadar euforia sesaat?
Warisan Melawan Keberanian
Selama lebih dari satu dekade, jika Anda ingin motor dual-purpose 250cc yang bisa diandalkan, pilihannya hanya dua: hijau atau merah. Namun, tahun 2026 menandai pergeseran paradigma. CFLITE 250 Dual hadir bukan untuk menjadi yang tercepat di lintasan motocross, melainkan untuk menjadi yang paling masuk akal di jalan raya dan jalur tanah.

Secara visual, CFLITE tidak tampak seperti “motor murah”. Dengan lampu LED agresif dan rear rack yang sudah terpasang rapi, ia menantang CRF250L yang tampil minimalis dan KLX 250 yang tetap setia dengan desain klasiknya. Namun, keindahan hanyalah kulit luar. Di dunia tanah dan lumpur, kejujuran teknis adalah mata uang yang paling berharga.
Realitas di Balik Kemudi

Saat kita duduk di atas Honda CRF250L, kita membayar untuk sebuah “perasaan”. Perasaan bahwa setiap komponen telah dipikirkan matang-matang. Assist & Slipper Clutch-nya membuat jari Anda tidak akan keram saat harus merayap di tanjakan berbatu. Ia ringan, lincah, dan presisi.

Berpindah ke Kawasaki KLX 250, Anda akan merasakan kekakuan yang memberi rasa aman. Ini adalah motor bagi mereka yang percaya pada mekanisme murni. Suspensi fully adjustable-nya adalah kemewahan bagi para tuner yang senang mengulik karakter redaman sesuai berat badan dan medan.

Lalu, bagaimana dengan CFLITE 250 Dual? Jujur saja, ia terasa lebih berat. Selisih 12 kg dari Honda adalah angka yang nyata saat Anda harus melakukan u-turn di jalan setapak yang sempit. Namun, CFLITE memberikan sesuatu yang tidak diberikan dua rivalnya: ketenangan jarak jauh. Joknya yang rendah membuat kaki menapak sempurna, dan tangki 13 liternya adalah “penyelamat” saat Anda berada di tengah hutan Kalimantan yang jauh dari bensin eceran sekalipun.
Perang Harga: Gajah Melawan Kancil
Inilah gajah di dalam ruangan yang tidak bisa diabaikan. Dengan estimasi harga di angka Rp52 jutaan, CFLITE 250 Dual nyaris memangkas harga Honda CRF250L hingga 40%.
Bagi banyak pengendara di Indonesia, selisih Rp35 juta bukan sekadar angka. Itu adalah biaya modifikasi total, satu set perlengkapan riding premium, dan biaya bensin untuk berkeliling Indonesia selama dua tahun. Honda dan Kawasaki memang menawarkan nilai jual kembali (resale value) yang kuat, namun CFLITE menawarkan “kebebasan finansial” sejak hari pertama Anda keluar dari diler.
Biaya “Memelihara” Mimpi

Berbicara soal perawatan, Honda dan Kawasaki adalah pemenang soal ketersediaan suku cadang. Anda bisa menemukan kampas rem atau kabel kopling mereka di bengkel-bengkel besar di luar Jawa.
CFLITE, di bawah naungan MForce, masih harus membuktikan diri. Meski biaya servis rutinnya lebih murah (sekitar Rp450 ribuan), tantangannya adalah logistik. Jika Anda tinggal di kota besar, ini bukan masalah. Namun bagi petualang lintas pulau, kesiapan jaringan servis CFLITE adalah variabel yang harus dipertimbangkan dengan kepala dingin.
Untuk Siapa Anda Membeli?
- Pilihlah Honda CRF250L jika Anda adalah purist yang memuja kualitas buatan dan kemudahan pengoperasian. Anda membeli sebuah “investasi” yang tidak akan mengecewakan saat dijual kembali.
- Pilihlah Kawasaki KLX 250 jika Anda adalah mekanik di hati. Anda menginginkan motor yang tangguh, bisa disetel sesuka hati, dan sudah teruji oleh waktu.
- Pilihlah CFLITE 250 Dual jika Anda adalah petualang pragmatis. Anda menginginkan motor 250cc yang fungsional, fitur modern (ABS adalah nilai plus besar untuk keselamatan aspal), dan Anda lebih peduli pada perjalanan itu sendiri daripada sekadar logo di tangki bensin.
Pada akhirnya, debu di jalur hutan tidak akan bertanya berapa harga motor Anda. Ia hanya peduli apakah Anda bisa melaluinya atau tidak. Dan di tahun 2026, pilihan untuk melalui jalur itu kini jauh lebih beragam. ***
-
OTONEWS4 minggu yang laluYamaha SR400 Final Edition 2025: Perpisahan Sang Legenda “Kickstart Only” yang Abadi
-
OTONEWS3 minggu yang laluDua Hal Baru Hyundai Indonesia di Awal 2026
-
OTONEWS3 minggu yang laluPerang Terbuka Motor Adventure di IIMS 2026: Analisis Lengkap Invasi Teknologi dan Peta Persaingan Head-to-Head
-
OTOCOMPARE3 minggu yang laluDilema Kelas Menengah: Menimbang Gairah Motor Adventure di IIMS 2026




