OTONEWS
Kolaborasi Hyundai Motor Group dengan Michelin untuk Mobilitas Masa Depan
OTONUSA.ID – Otoners, perkembangan dunia otomotif tidak hanya berlaku pada kendaraannya secara utuh, akan tetapi turut diikuti oleh pendukung lain seperti ban.
Hyundai Motor Group yang dapat dikatakan banyak memiliki model kendaraan listrik di Indonesia ternyata juga fokus terhadap teknologi ban. Hal ini dapat dilihat dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Michelin untuk hasilkan inovasi teknologi, Senin (24/11).
Salah satu yang menjadi buah kesepahaman adalah ban dengan hambatan perputaran roda sangat rendah namun berperforma tinggi. Hal lainnya adalah lahirnya pengembangan produk secara virtual dan teknologi Embedded Tire Digital Twin.
melalui nota kesepahaman (MoU) ketiga, Hyundai Motor Group bersama Michelin berkomitmen untuk bersama-sama percepat inovasi teknologi ban. Selain itu kedua perusahaan besar tersebut gaspol untuk jadi pemimpin industri mobilitas masa depan.
Empat pokok target capaian dalam MoU antara Hyundai Motor Group dengan Michelin.
- 1) Bekerja sama dalam riset dan pengembangan (R&D) ban dengan hambatan putaran sangat rendah. Tujuannya untuk peningkatan efisiensi bahan bakar namun tetap berperforma tinggi yang memiliki tingkat keamanan tinggi serta pengendalian yang optimal.
- 2) Melakukan peningkatan performa ban bagi kendaraan listrik premium yang membutuhkan teknologi terdepan untuk memastikan performa tinggi, keamanan, dan jarak tempuh yang lebih jauh.
- 3) Membangun sistem pengembangan ban virtual untuk off-roaf
- 4) Melakukan peningkatan performa dan efisiensi pengereman melalui teknologi SmartGrip
Kerja sama ini sesuai kebutuhan yang terus berkembang, mulai dari mobil listrik, kendaraan otonom termasuk di dalamnya kapasitas daya yang tinggi, performa, serta keberlanjutan lingkungan.
Vice President and Head of Genesis Engineering Design Center Hyundai Motor Group, Yongsuk Shin menyampaikan MoU ketiga ini sebagai langkah menuju inovasi teknologi ban yang akan memimpin industri mobilitas masa depan.
“Melalui fase ketiga kolaborasi teknologi dengan Michelin, kami ingin mencapai inovasi teknologi ban yang akan memimpin industri mobilitas masa depan. Berbekal keahlian khusus kedua perusahaan di bidang mobilitas dan teknologi ban, kami akan memaksimalkan penerapan solusi canggih di setiap proses pengembangan produk.” ungkap Yongsuk.
Perjanjian pertama terjadi pada 2017 dengan hasil yang telah diterapkan pada Hyundai IONIQ 5. Kemudian di 2022 dengan target spesifik yakni kemajuan signifikan pada prediksi keausan ban dan peningkatan performa pengereman.
Kabar baiknya adalah antara Hyundai Motor Group dan Michelin merencanakan semua target dapat terwujud dalam waktu yang cepat. Sehingga inovasi teknologi ban terobosan baru untuk mobilitas masa depan cepat dirasakan kehadirannya.***
-
OTOCOMPARE3 minggu yang laluDilema Debu dan Dompet: Menimbang Ambisi CFLITE 250 di Antara Dominasi Jepang
-
OTONEWS3 minggu yang laluDua Hal Baru Hyundai Indonesia di Awal 2026
-
OTOCOMPARE3 minggu yang laluDilema Kelas Menengah: Menimbang Gairah Motor Adventure di IIMS 2026
-
OTONEWS3 minggu yang laluPerang Terbuka Motor Adventure di IIMS 2026: Analisis Lengkap Invasi Teknologi dan Peta Persaingan Head-to-Head




